PETI Di Singkawang Menelan Korban. Ketegasan Aparat Hukum Dipertanyakan, Pembiaran Terus Terjadi

STARTIME NEWS.COM 8 Juni, 2025 Singkawang- Maraknya pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kota Singkawang, Kalimantan Barat,

“khususnya Kecamatan Singkawang Timur dan Singkawang Utara, Haltersebut menimbulkan pertanyaan

besar dari berbagai kalangan, akan kinerja aparat penegak hukum hususnya kepolisian daerah kalbar,

Dengan timbulnya suatu kejadian yang menimpa para pekerja peti ilegal tersebut menambah suatu kecaman dari berbagai pihak,

Bagaimana tidak, Kejadian kecelakaan kerja yang menewaskan seorang penambang peti ilegal, pada 7 Mei 2025 lalu, semakin memperkuat dugaan lemahnya pengawasan dan penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal tersebut,

Meskipun dari pihak keluarga korban telah menyatakan ikhlas dan kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan,

Publik tetap mempertanyakan tentang ketegasan Aparat dalam menindak para pengusaha serta pemilik lahan dan para cukong PETI

Tanggapan Kapolsek Singkawang Utara yang menyatakan ketidaktahuan akan kejadian tersebut, dan lambannya respon dari Kapolsek Singkawang Timur, menimbulkan kecurigaan adanya upaya saling lempar tanggung jawab,

Hal ini semakin diperparah dengan belum adanya pernyataan resmi dari Polres Singkawang hingga berita ini diturunkan.

Seorang Warga Singkawang yang mengetaui kronologi kejadian di TKP saat diwawancarai, juga menyoroti lambannya respon kepolisian polri dalam mengantisipasi dalam suatu tindakan Menurutnya.

“kejadian ini bukan hanya masalah ikhlas atau tidaknya keluarga korban, melainkan soal nyawa manusia.

Aparat Penegak hukum sangat diperlukan untuk memberantas para Mafia PETI dan pencegahan dini harus dilakukan.

Sekarang ini masyarakat selalu memantau kinerja aparat penegak hukum yang dimana menurut kami kurang keberpihakan kepada masyarakat kecil pada umumnya,

Bagaimana tidak, sebab para pengusaha tambamg ilegal ini bebas melakukan aktifitas di alursungai sedangkan kami merasakan dampak dari aktifitas tersebut namun upaya yang kami lakukan hanya ditanggapi namun tidak adanya penindakan sama sekali,

Kami berasumsi patut menduga aparat penegak hukum kita juga sudah terkontaminasi oleh kejahatan para pengusaha peti ilegal ini,

Kami acungkan jempol kepada bapak kapolda Kalimantan Barat dalam Stetmen beliau, Memberantas peti ilegal,

Namun sebalik nya kami menunggu janji kapolda kalbar untuk merealisasikan statmen tersebut,

Juga kamimendesak Kapolres Singkawang untuk mengambil tindakan tegas, bukan hanya terhadap para penambang ilegal,

tetapi juga terhadap pemilik lahan dan cukong yang selama ini diduga, menjadi otak dari kegiatan ilegal peti ini,

Kota Singkawang, yang relatif kecil dibandingkan kabupaten lain di Kalimantan Barat, seharusnya lebih mudah diawasi dan dikontrol.

“Kejadian ini menjadi momentum penting bagi APH untuk menunjukkan komitmennya dalam memberantas PETI dan melindungi nyawa warga masyarakat,

Apakah perlu menunggu korban jiwa berikutnya sebelum tindakan tegas diambil?..

(Tim red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *