Hari Ketiga Pemadaman Karhutla Bukit Seraya, 157 Personel dan Belasan Armada Dikerahkan

Sanggau,Startimenews.com.- Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bukit Seraya, Dusun Seraya, Desa Kawat, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, terus dilakukan secara intensif. Memasuki hari ketiga, Sabtu (12/9/2026), sebanyak 157 personel gabungan diterjunkan untuk mengendalikan api yang membakar kawasan perbukitan tersebut.•

Pemadaman dimulai sekitar pukul 05.30 WIB dan berlangsung hingga selesai. Tim gabungan terdiri atas Polsek Tayan Hilir, Danyon TP beserta Personil, Koramil Tayan Hilir, gabungan PT Antam dan PT ICA, KPH Sanggau Barat, Manggala Agni, BPBD Sanggau, warga sekitar, Pemerintah Kecamatan Tayan Hilir, serta personel pemadam kebakaran dari Parindu, Sosok, Batang Tarang, dan Sanggau.

Kapolsek Tayan Hilir Iptu Dr. Kusdarwanto, S.H., M.H., turut memimpin personel kepolisian dalam operasi pemadaman tersebut. Kehadiran lintas instansi dilakukan untuk memperkuat penanganan mengingat medan kebakaran berada di kawasan bukit dan hutan dengan karakteristik tanah mineral.

Untuk mempercepat penanganan, petugas mengerahkan sejumlah kendaraan pemadam dan sarana pendukung. Armada tersebut meliputi kendaraan tangki Polsek Tayan Hilir berkapasitas 1.000 liter, kendaraan KPH Sanggau Barat berkapasitas 10.000 liter, kendaraan Damkar PT ICA berkapasitas 6.000 liter, serta kendaraan Koramil 1204-07/Tayan Hilir dan PT Antam yang dilengkapi peralatan pemadam.

Selain itu, dua kendaraan Yon TP dengan tangki masing-masing berkapasitas 10.000 Liter turut dikerahkan. Dukungan juga datang melalui kendaraan tangki PT MEG dan PT STIM yang masing-masing memiliki kapasitas 16.000 liter, kendaraan relawan warga berkapasitas 2.000 liter, serta embung portable BPBD berkapasitas 2.000 Liter dan embung portable Yon TP berkapasitas 30.000 liter.

Kapolsek Tayan Hilir menjelaskan, penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan mengutamakan pemadaman pada titik-titik api serta mencegah penjalaran ke area lainnya. Kondisi medan menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi personel selama proses pemadaman.

“Kami bersama seluruh unsur yang terlibat terus berupaya mengendalikan api di Bukit Seraya. Pemadaman dilakukan secara terpadu dengan dukungan personel, kendaraan pemadam, tangki air, dan embung portable. Kami juga terus melakukan pendinginan agar api tidak kembali muncul,” ujar Iptu Kusdarwanto.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Wakapolres Sanggau Kompol Radian Andy Pratomo, S.I.K., M.H., turun langsung ke lokasi. Selain melakukan peninjauan terhadap proses penanganan, Wakapolres juga ikut membantu upaya pemadaman api bersama personel dan unsur terkait di kawasan Karhutla Bukit Seraya.

Wakapolres Sanggau Kompol Radian Andy Pratomo menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama dan respons yang cepat. Menurutnya, sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah, perusahaan, pemadam kebakaran, serta masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi kebakaran di lapangan.

“Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Hari ini kita melihat langsung bagaimana seluruh unsur bergerak bersama di lapangan. Fokus kita adalah memadamkan api, melakukan pendinginan, sekaligus mencegah agar kebakaran tidak meluas. Kami akan terus memastikan penanganan berjalan secara maksimal,” kata Kompol Radian.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar. Setiap aktivitas yang dapat memicu munculnya api harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap lingkungan dan masyarakat.

Sekitar pukul 15.00 WIB, Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, S.Sos., M.H., juga meninjau langsung lokasi Karhutla. Wakil Bupati hadir bersama unsur Forkopimda dan Forkopincam Kecamatan Tayan Hilir serta turut terlibat dalam upaya pemadaman di kawasan Bukit Seraya.

Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena menyampaikan apresiasi terhadap seluruh personel dan pihak yang telah bekerja bersama menangani kebakaran tersebut. Ia menilai keterlibatan berbagai unsur menunjukkan kuatnya kepedulian bersama dalam melindungi lingkungan dan masyarakat dari dampak Karhutla.

“Kita mengapresiasi seluruh pihak yang sejak awal hingga hari ketiga ini tetap berada di lapangan. Pemerintah daerah bersama Forkopimda dan seluruh unsur terkait akan terus mendukung upaya pemadaman. Yang terpenting, api dapat segera dikendalikan dan masyarakat ikut menjaga agar tidak terjadi kebakaran baru,” ujar Susana Herpena.

Berdasarkan hasil penanganan pada Sabtu, luas lahan yang terbakar dan telah dilakukan pemadaman diperkirakan mencapai sekitar 1,6 hektare. Lahan tersebut diketahui milik Nasrudin, warga Dusun Kawat, Desa Kawat, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau.

Hingga kegiatan pemadaman selesai, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih menjadi perhatian petugas. Kondisi lahan yang berupa kawasan bukit dan hutan dengan tanah mineral membuat upaya pemadaman serta pendinginan harus dilakukan secara berkesinambungan. Sinergi seluruh unsur diharapkan mampu mempercepat pengendalian Karhutla sekaligus mencegah api kembali menyala dan meluas ke kawasan lainnya.

(Dny Ard / Humas Res Sgu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *