Sintang, Kalbar, Startimesnews.com – Minimnya Taman Baca Masyarakat (TBM) di Sintang menjadi salah satu kendala utama dalam meningkatkan budaya literasi. Akses terhadap bahan bacaan masih terbatas, sementara minat baca masyarakat cenderung menurun, terutama di era digital. Menjawab tantangan ini, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sintang menghadirkan TBM dengan berbagai program inovatif untuk mendekatkan buku kepada masyarakat.

Koordinator SKB Sintang TBM, Heriyadi, menegaskan bahwa literasi harus diperkenalkan sejak usia dini. “Kami bekerja sama dengan PAUD dan TK untuk mengenalkan buku melalui kegiatan membaca bersama dan bercerita. Dengan begitu, anak-anak lebih terbiasa dengan buku sejak dini,” ujarnya. Senin, 24 Februari 2025.
Selain menyasar anak-anak, program literasi ini juga dirancang untuk masyarakat dewasa. Setiap Senin, TBM mengadakan pelatihan keterampilan seperti merajut dan kerajinan tangan. Program ini bukan hanya untuk membekali masyarakat dengan keterampilan baru, tetapi juga sebagai langkah awal agar mereka terbiasa berada di lingkungan yang dipenuhi buku. “Harapannya, mereka mulai tertarik membaca dan menjadikan literasi bagian dari kehidupan sehari-hari,” tambah Heriyadi.
Namun, tantangan terbesar adalah mengajak masyarakat datang ke TBM. Untuk itu, SKB Sintang TBM meluncurkan program “Koliling” (Kopi, Literasi, Keliling). Dengan konsep jemput bola, tim TBM membawa berbagai koleksi buku ke tempat-tempat keramaian dan mengajak warga untuk membaca dalam suasana yang santai dan interaktif. “Kami tidak bisa hanya menunggu pengunjung datang, kami harus mendatangi mereka,” jelasnya.
Selain menambah jumlah koleksi buku, SKB Sintang TBM juga berupaya memperluas jangkauan programnya. Mereka menjalin kerja sama dengan pesantren dan komunitas lokal agar lebih banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari TBM. Dengan berbagai upaya ini, diharapkan literasi di Sintang semakin berkembang dan TBM bisa menjadi pusat kegiatan edukatif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Motto SKB Sintang TBM: “Ada dan untuk masyarakat.”
Korlip Kalbar: Stk












