Diduga Mal Praktek Oknum Bidan di Pontianak Barat, Bayi Meninggal Dunia

Pontianak, Kalbar – Startimenews.com – Diduga salah dalam mengambil kebijakan bidan UM seorang bidan kelinik mengambil enesiaptip penanganan dini mengakibatkan bayi yang dilahirkan meninggal dunia Seorang bidan berenisial VN yang bertugas pada kelinik bersalin Utin Mulia yang beralamat di jalan apel kecamatan pontianak barat Kota pontianak kalimantan barat, melakukan tindakan persuasif tentang

penangan persalinan kelahiran anak dari ibu Mery lestary umur 40 dan suami bernama asidot jamat tua (edo simbolon) Pada saat dikonpirmasi awak media. 5/4/2025 Asidot jamat tua selaku orang tua bayi yang meninggal tersebut mengatakan saya merasa sangat kehilangan prihal meninggalnya putra saya

dalam masa persalinan yang menurut saya ada sedikit masalah dalam proses penanganannya ”Pertama pada saat saya datang pada malam itu ke kelinik utin mulia dijalan apel posisinya di klinik tersebut hanya ada bidan VN dan perawatnya atau asistennya ngak ada orang lain saya dan istri saya datang bersama malam itu menggunakan maxim pesanan saya”

Jadi karna saya belum bayar maxim, saya langsung bawa istri saya, saya pesan kepada maxim untuk menunggu sebentar selesai antar istri saya, saya minta diantarkan pulang kembali pesan edo kepada sopir maxim,Sesampainya didalam Bidan VN melihat keadaan istri saya panik tetapi dia sempat bertanya ini mau

dirujuk kemana pak, rumah sakit kota apa rumah sakit antonius ucap bidan VN kepada saya, karna saya belum menjawab dikarnakan panik saya melihat istri saya dalam masa pase pembukaan”Sambil memeriksa detak jantung dalam ke adaan panik bidan VN tidak melakukan pemanggilan kepada

kepala bidan atau bidan kepala serta tidak langsung mengeluarkan surat rujukan dan menghubungi rumah sakit tapi dia panik melihat isteri saya dalam pase pembukaan, itu mungkin dugaan saya bidan VN

mencoba berusaha dengan segala usaha” Karna dengan segala kekurangan atau tidak lengkapnya pasilitas pendukung untuk membantu pasien melahirkan bayi dalam posisi sungsang dia terus mencoba, saya tahu niatnya mungkin baik, tapi sayanmerasa caranya yang salah kenapa saya katakan salah, ketika dia melakukan seperempat usaha atau

seperempat mencoba mambantu persalinan tersebut”Dalam posisi gantung itu dia langsung panik karna mendengar juga makxim yang mengantar kami belum pergi langsung tampa pikir panjang saat saya jatuh lunglai atau lemas karna melihat banyak nya darah

yang keluar saya hanya mendengarkan suara saya tidak melihat lagi jelas edo”Lanjut” dalam keadaan kaki dan tangan anak saya yang sudah keluar dia bungkus pakai kain langsung dibawa keluar dari kelinik itu memakai korsi roda didorong keluar dan dimasukkan didalam maxim dalam

posisi terlentang dan bidan VN juga dalam posisi memegang janin yang sudah keluar separuh tersebut”Masalahnya dimana saya merasakan ada masalah dalam penanganannya, terhitung jedah waktu dia panik dan mencoba melakukan penanganan persaalinan dalam keadaan sungsang dimana yang dia tahu dari

awal, nah tidak dia selesaikan tapi karna panik dia mencoba utuk mengalihkan tanggung jawab persalinan tersebut kepada rumah sakit disini yang menurut saya permasalahan dan disini yang saya tidak terima “Terlepas dari itu tentang masalah ajal anak saya saya pasrah dan berserah kepada allah tapi yang saya

belum bisa menerima peroses persalinan yang ditangani bidan VN yang belum dapat saya terima hingga sampai saat ini.pungkas edo asidot jamat tua ( edo simbolon)

Bagaimana tidak bidan VN sebelumnya mengatakan bahwa anak saya yang berada didalam kandungan ini akan lahir tidak normal dan posisi anak dalam keadaan sungsang, namun dalam ke adaan situasi itu bidan VN terus mengambil langkah langkah penangan persalinan tersebut”

Dan memminta saya untuk membantunya dalam proses membuka keduabelah pangkal paha isteri saya untuk memudahkan kelancaran persalinan dengan penuh cemas saya melakukan apa yang dipinta bidannVN tersebut dan mulai terlihat kaki bayi yang keluar dari rahim isteri saya beserta banyaknya darah yang

keluar pada saat itu mengakibatkan saya mulai lemas dan tak berdaya dan jatuh kebawah”Lanjut penangan persalinan yang dilakukan bidan VN dari mulai jam 01 47 wib sampai jam 01. 55 wibbtersebut merasa situasi semakin tidak memungkinkan biadan VN mengambil enesiatif Untuk merujuk

pasian mery istri saya ke RS Antonius yang dimana pasien, anak yang dilahirkan nya tersebut bergantung dimulut rahim dengan katalain sebagian kepalan dan badan masih didalam dan dari badan kekaki dalam posisi diluar “Pasien mery merigai kesakitan saat dibawa menuju maxim yang sudah disiapkan berjalan dalam kondisi

bayi yang bergantung saat tiba dirumah sakit antonius pada jam 2 00 wib, malam dinihari pihak kelinik langsung melakukan serah terima pasien ke manajemen RS antonius dan pasien langsung dibawa keruang bersalin lantai 3 setelah diadakan penangan pehak RS Antonius”

Setelah dilakukan penangana dari petugas medis bayi mery yang tersangkut di pintu rahim pun dapat dikeluarkan secara lancar namun sangat disayangkan bayi yang dikeluarkan tersebut sudah dalam keadaan tidak bernyawa, dengan katalain meninggal duania jelas nya.

Dilain waktu dimana dokter RS Antonius berenisial P j, yang menangani pasien rujukan dari kelinik Utin mulia tersebut saat dimintai keterangan mengatakan bahwa pasien persalinan yang ditangani, bayi yang ditanganinya sudah dalam keadaan tidak bernyawa dikarnakan lama tersangkut di mulut rahim ibunya”

Jadi kami hanya melakukan tindakan emerjensy mengeluarkan bayi secepatnya dan menyelamatkan ibu dari bayi tersebut pungkas dokter berenisial PJ sepesialis persalinan RS Antonius.Dilain tempat di klinik persalinan Utin mulia awak media mencoba mendatangi bidan VN yang mana

pada saat itu bidan VN yang menangani persalinan mery istri dari asidot jamat tua (edo simbolon) saat dimintai keterangan mengatakan pada saat menerima pasien persalinan memang sangat singkat ngak

sampai dua menit sudah mulai keluar bayinya memang kondisi tersebut sudah sampai puncak Proses melahirkan,Jadi malalui pemeriksaan dan pemeriksaan didalam memang sudah ngak benar dan ngak normal posisi bayinya dalam keadaan lintang detak jantungnya juga bermasalah detak jatungnya itu semenjak datang

saja sudah bermasalah jadi disitu nama nya gawat janin,Kalau gawat janin itu harus persalinannya kerumah sakit makanya gak bisalah kita lahiran disini itu belum proses meneran karna saya ngak nyuruh meneran makanya saya persiapan untuk menggawal pasien kerumah sakit saya harus ada persiapan di perjalanan kalau ada apa apa”

Saat itu maksim yang masih menunggu didepan dimintai tolong buat mengantar mery kerumah sakit antonius dengan cepat pasien mery diangkat dengan posisi anak yang keluar separoh sesampai nya di IGD langsung pindah tempat tidur bidan VN beserta dokter dan perawat RS langsung di bawa kelantai 3. sampai ke lantai 3 dilakukan pemeriksaan ulang terhadap detak jantung dan ternyata detak jantung nya masih ada

Dan mereka mempersiapkan micu- micu itu ruangan khusus untuk bayi yang gawat darurat selepas itu bidan VN diminta turun untuk melakukan pendaftaran karna pasien pada saat datang belum sempat di daftarkan berhubung penanggung jawab nya bidan VN jadi dia yang mendaftarkan si pasien setelah itu

saya tidak tahu lagi apa yang terjadi diruang persalinan ungkap nya bidan VN selaku bidan di kelinik Utin mulia.Ditempat yang berbeda Mulyadi menanggapi persalinan yang ditangani klinik Utin Mulia yang

mengakibatkan bayi tersebut meninggal dunia Dalam pernyataan klinik bidan Utin mulia dan pernyataan dokter sepesialis persalinan RS Antonius sedikit terdapat perbedaan yang dimana klinik Utin mulia menyatakan pada saat kontrol akhir yang

dilakukan pihak RS Antonius saat di periksa anak tersebut masih terdapat detak jantung makanya sempat mempersiapkan micu buat anak tersebut, Berbeda dengan pernyataan yang disampaikan oleh dokter sepesialis RS antonius berenisial PJ bahwa

saat di periksa detak jantung anak tersebut sudah tidak ada lagi makanya mereka menganggap pasien emerjensy ini harus diambil tindakan penyelamatan ibunya, Keduanya memang sudah melakukan tidakan tindakan persuasif dalam penanganan pasien emergency yang dimana hal tersebut mereka lakukan dengan alasan juga menurut kita memang benar namun ada hal hal

yang memang harus perlu melalui pertimbangan yang cepat dan tepat mengingat tindakan penyelamatan menyangkut nyawa seseorang,Serta memperhatikan langkah langkah yang

diambil harus sesuai dengan peraturan standar SOP sehingga pada saat mengambil tindakan tidak melanggar aturan, sangat hal yang wajar kalau ada seorang atau orang tua yang merasa belum bisa menerima apa yang terjadi dengan melihat kejadian dihadapannya,

sangat tidak wajar serta mempertanyakan hal hal yang terjadi apakah sudah benar apa tidak dalam penanganan proses persalinan nya tutup mulyadi selaku sekretaris perlindungan konsumen kalimantan barat..

Sumber : Asidot jamat tua ( edo simbolon)

Red/Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *