Pontianak – startimenews.com Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, menyusul kondisi cuaca yang masih belum merata di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, Selasa(22/9).
Meskipun hujan telah turun di beberapa daerah, masih terdapat wilayah yang mengalami kondisi relatif kering. Situasi tersebut membuat potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tetap perlu diwaspadai, terutama pada lahan gambut, semak belukar, dan kawasan yang memiliki vegetasi mudah terbakar.
BMKG dalam prakiraan terbaru periode 22–23 September 2026 menyebutkan bahwa atmosfer relatif kering di pulau Kalimantan. Pada saat yang sama, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi dibeberapa kabupaten di Kalimantan Barat. Kondisi ini menunjukkan bahwa hujan turun tidak merata dibeberapa wilayah yang membuat risiko Karhutla tetap ada.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, kondisi cuaca yang berbeda-beda di setiap wilayah membuat masyarakat tidak boleh menganggap hujan sebagai jaminan bahwa api tidak akan menyebar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Meskipun di beberapa wilayah sudah turun hujan, masih ada daerah yang kondisinya kering sehingga potensi api tetap harus diwaspadai. Jangan sampai pembakaran lahan menimbulkan Karhutla dan berdampak kepada masyarakat lainnya,” ujarnya.
Polda Kalbar mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Segera hubungi Call Center 110 jika melihat titik api agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas
Sumber : Humas












