Penambang Rakyat dan Masyarakat Adat Serawai-Ambalau Siap Gelar Demo Akbar 18 Mei 2026

SINTANG, SERAWAIStartimenews.com StartimeNews.Com-Solidaritas Penambang Rakyat dan Masyarakat Adat Serawai-Ambalau akan menggelar aksi damai akbar pada Senin, 18 Mei 2026, di Lapangan Kecamatan Serawai. Aksi ini digelar untuk menyuarakan sembilan tuntutan terkait perlindungan hukum, ekonomi, dan infrastruktur di wilayah adat Serawai dan Ambalau.

Seruan aksi beredar sejak 13 Mei 2026 dengan tema “Bersatu untuk Hak, Berjuang untuk Masa Depan!”. Koordinator aksi Hengki Keyong dan Sekretaris Y. Ruslan alias Borju mengajak seluruh penambang rakyat, masyarakat adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga kedua kecamatan hadir secara tertib dan damai.

Spanduk bertuliskan “Solidaritas Penambang Rakyat dan Masyarakat Adat Serawai-Ambalau Menggugat” juga mulai beredar di grup WhatsApp warga.

Sembilan Tuntutan Massa Aksi

Dalam surat tuntutan yang beredar, massa meminta Pemerintah Daerah dan aparat penegak hukum memenuhi tuntutan sebagai berikut:

1. Hentikan intimidasi, provokasi, dan razia terhadap pertambangan emas rakyat di wilayah adat Serawai dan Ambalau.

2. Hentikan penangkapan terhadap pekerja maupun pembeli emas di kedua kecamatan tersebut.

3. Pemda segera bantu proses perizinan WPR dan IPR di Kecamatan Serawai dan Ambalau.

4. Bebaskan peredaran kayu olahan dan log untuk keperluan lokal.

5. Perbaiki infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak parah, baik berstatus provinsi maupun kabupaten.

6. Perusahaan di wilayah Serawai-Ambalau wajib memberdayakan SDM lokal dan membantu perbaikan infrastruktur.

7. Tidak ada pembatasan besaran lahan dan bakar ladang bagi masyarakat adat.

8. Prioritaskan kuota BBM dan gas LPG yang selama ini langka sehingga memicu kenaikan harga barang dan jasa.

9. Tindak lanjuti penangkapan bandar dan pemakai narkoba di wilayah adat Serawai dan Ambalau.

Aksi dijadwalkan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kordinator lapangan menegaskan aksi akan berlangsung damai sebagai bentuk persatuan dan kepedulian terhadap masa depan masyarakat Serawai-Ambalau.

Hingga berita ini diturunkan, media telah berupaya menghubungi Polres Sintang melalui Kapolsek Serawai via WhatsApp untuk meminta tanggapan terkait rencana aksi tersebut. Namun hingga saat ini pesan hanya dibaca dan belum ada jawaban resmi.

Timred : Stephanus Suwarjo

Penulis: Stephanus Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *