STARTIME NEWS.COM Selasa 23 September 2025 Terkait pemberitaan di beberapa media online (Iwan) salah seorang sopir mobil tangki PT Bota melakukan pembuangan minyak disalah satu tempat penampungan,
Haltersebut sempat di klarifikasi yang bersangkutan juga di beberapa media menyatakan keberatan dan tidak menerima atas fitnah dan tuduhan tidak benar,
yang diarahkan kepada suami saya. Tuduhan bahwa suami saya melakukan pengencingan minyak di sebuah kios yang disebut “Pakde” adalah tidak berdasar dan tidak terbukti.
1. Bukti Bahwa Tidak Ada Kehilangan Minyak (Losses)
Pemberitaan yang menyudutkan suami saya tidak memiliki dasar valid, karena:
Berita Acara Penerimaan Minyak dari SPBU tujuan menunjukkan bahwa: Tidak ada kekurangan (losses) Sonding T2 aman
Jumlah minyak yang diterima PAS Pihak SPBU bahkan menyatakan bahwa selama ini suami saya tidak pernah mengalami kekurangan saat pengantaran minyak.
Jika benar ada pengencingan, seharusnya pihak SPBU langsung melaporkan ke pihak depot atau PT Elnusa, namun fakta di lapangan menyatakan tidak ada laporan maupun temuan seperti itu. (Dokumen terlampir)
2. Hasil Investigasi Resmi PT Elnusa/Depot (TBBM)
PT Elnusa selaku pihak depot telah melakukan investigasi internal, meliputi:
Pemeriksaan unit kendaraan tangki
Pengecekan tera (tidak ditemukan perubahan)
Penelusuran langsung ke TKP
Wawancara dan interogasi terhadap suami saya Kesimpulan investigasi menyatakan tidak ada bukti bahwa suami saya melakukan pelanggaran atau kecurangan. (Dokumen terlampir)
“Gini kak, saya kenal dekat dengan Yuliana… dia orang kami. Yuli bilang minta komitmen di angka 25 juta…”
Saya menjawab:
“Saya siap memberikan jika memang ada bukti foto/video yang akurat menunjukkan suami saya sedang melakukan aktivitas mencuri minyak…”
Namun hingga detik ini, tidak pernah diberikan bukti valid, selain hanya kiriman foto mobil terparkir dengan beberapa jerigen di sampingnya — yang jelas tidak membuktikan apa-apa.
4. Kronologi di Lokasi Kejadian (TKP)
Berdasarkan hasil investigasi saya secara langsung, didapatkan fakta:
Saat tiba di lokasi, suami saya langsung meminta bantuan Pakde untuk menyetel injeksi mobil. Karena Pakde sedang makan, suami saya memarkirkan mobil ke garasi dan menunggu di warung Bude sekitar 10 meter dari mobil sambil memesan kopi.
Tak lama, datanglah rombongan 8 orang awak media dengan dua mobil, tanpa memperkenalkan diri, lalu langsung memfoto dan merekam mobil suami saya.
Tidak lama kemudian, Yuliana menanyakan siapa supirnya, disambut oleh suami saya, namun tidak ada percakapan lebih lanjut.
Berdasarkan saksi dan pengakuan pihak terkait di TKP:
Jerigen yang terlihat di samping mobil bukan milik suami saya, tetapi milik anak Pakde yang berjualan minyak eceran.
Tidak ada aktivitas pengencingan yang dilakukan oleh suami saya, apalagi di depan 8 orang awak media.
Video viral yang sempat beredar di TikTok hanya berdurasi singkat dan tidak menunjukkan bukti aktivitas kecurangan.
Video itu juga langsung dihapus oleh pemilik akun setelah viral.
5. Upaya Tekanan terhadap Pihak Warung (Bude)
Pihak yang datang kembali ke warung Bude setelah kejadian juga sempat meminta tambahan uang “sewa mobil” dan “uang minyak”, dengan permintaan tambahan Rp1.000.000 di luar uang Rp500.000 yang sudah diberikan. Bahkan mereka meminta dua sisir pisang milik Bude. Semua ini dilakukan tanpa dasar hukum dan berpotensi sebagai pemerasan.
Sumber, Istri Iwan
Tim Red/Bl












