Proyek Jalan Kumpai-Tembang Kacang, diduga Terindikasi Mar ap, Ketebalan dan bermain dengan satuan campuran, indikasi melanggar kontrak kerja,

Startime News.com Senin 18 Nopember 2025, Pekerjaan Konstruksi jalan Kumpai Tembang kacang Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kuburaya kalbar,

Proyek jalan yang di danai dari APBD kabupaten Kuburaya ini dikelola dari Dinas pekejaan umum dan penataan ruang, Perumahahan Rakyat dan kawasan pemukiman,

Dengan No. Kontrak : 600.1.93/07/SP/PPK/PUPRPRKP-BM/VII/2025. nilai pagu dana. Rp. 958.233.000,00 Ber sumber dari dana APBD Kabupaten Kubu Raya,

sebagai pemenang lelang sekaligus berkontrak, CV. RIMPANG BUMI KHATULISTIWA, 150. Hari kalender Tahun anggaran 2025,

Kini diduga terindikasi mal prakteknis, bagaimana tidak, peroyek pisik jalan sungai ambangah tembang kacang yang dibamgun ini, kini mulai menampakkan pisik yang retak dan terkikis,

Menurut keterangan salah seorang warga sekitar, saat di wawancarai awak media ini berenisial SP. yang enggan disebutkan kan nama aslinya mengatakan,

Kami melihat pelaksanaan kegiatan pengerjaan fisik yang dilakukan CV. RIMPANG BUMI KHATULISTIWA, tersebut dalam pelaksanaan pengecoran pasir alas dihampar secara tipis dan sport-sport,

Dasar dari lapisan terdapat lapisan beton lama sebagai pondasi kalau kita lihat secara seksama dari tepi memang ketebalan hampir sesuai tapi pada dasar tengah-tengah beton, mereka memar ap ketebalan, yang mana terdapat lapisan beton lama,

Hampir disepanjang jalan yang dibangun, berapa kubikasi yang menguntung kan buat mereka, belum lagi beton yang dibangun kini sudah banyak mengalami keretakan dimana mana jelas SP.

SP, mengatakan kami patut menduga CV. RIMPANG BUMI KHATULISTIWA, sebagai pelaksana lapangan, melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak, sarat permainan theknis mengakibatkan pisik mulai mengalami kerusakan, yang mana bangunan ini masih seumur jagung,

Kami meminta kepada kejaksaan negri mempawah untuk mengaudit hasil pelaksanaan pembamgunan jalan kumpai tembang kacang ambangah, tetsebut agar dapat di tindak lanjuti serta memanggil pelaksana lapangan sebagai pertanggung jawaban atas kegiatannya,

Kini masyarakat mulai merasa resah, juga piral di media sosial tentang kegiatan ini, tutup AP, warga Ambangah.

 

Konfirmasi awak media tidak sampai disitu saat ini awak media mencoba menemukan serta menghubungi konsultan pengawasan yaitu CV. BIANA LINTANG KATULISTIWA guna dimintai keterangan, namun belum bisa dihunbungi,

Dilain tempat awak media juga mencoba berkomunikasi dengan pihak PPK dinas pekerjaan umum dan penataan ruang dan kawasan pemukiman kabupaten kubu raya, namun pihak PPK enggan untuk ditemui.

Dilain tempat juga awak media menyoroti salah satu lembaga Investigasi Negara (LIN) DPC kabupaten Kubu Raya yang diketuai, Nurjali S.Pd.l, menilai Proyek yang bernilai Rp. 958 Juta itu Perlu segera di audit, terbuka karna ditemukan sejumlah kejanggalan,

Dimana panjang jalan yang dikerjakan oleh CV. BIANA LINTANG KATULISTIWA, hanya 506 meter, bukan 522 meter sebagaimana yang tertuang didalam kontrak kerja selain itu ketebalan beton dilapangan rata-rata hanya sekitar 15 senti meter, padahal yang seharusnya sesuai standar theknis jalan poros mengharuskan ketebalan minimal 20 senti meter,

Juga terdapat di beberapa titik hamparan batu cor yang seharusnya selebar 3 meter, tapi hanya dikerjakan asal-asalan dan sport-sport.

Hasil perhitungan Theknis yang dilakukan tim investigasi independen LIN, mendapatkan adanya dugaan kekurangan volume beton sekitar 85,5 meter kubik dari total yang seharusnya 313,2 meter kubik, yang dimana terhitung perkubiknya sesuai harga beton Rp. 1.2 juta permeter kubik,

Diduga negara dirugika sekitar Rp. 102 juta rupiah. Jika ditambah dengan dugaan kekurangan pada Hamparan batu cor, sebagai matrial dasar lapisan bawah, dapat diperkirakan total potensi pekerjaan diperkirakan mencapai Rp. 135 Juta rupiah.

Nurjali mengatakan kami tidak bermaksud menuduh siapapun. Kami hanya ingin memastikan uang rakyat digunakan sesuai ketentuan. Bila hasilnya tidak sesuai maka harus ada audit tetbuka,

Nurjali juga mengatakan saat ia menanyakan kepada ketua RT setempat Rusadi, membenarkan keresahan warga mempertanyakan mutu dan kualitas jalan yang dibangun,

Rusadi ketua RT juga sempat menanyakan langaung kepada pelaksana lapangan ,( Rama ) mengatakan seluruh pelaksanaan pekerjaan jalan tetsebut sudah ia laksankan sesuai arahan dinas PUPR. Namun dari Pihak PUPR itu sendir belum memberikan Kelarifikasi resmi terkait hal ini. tutup nya.

Kami membuka hak ruang jawab bagi pihak manapu terkait dengan pemberitaan ini secara terbuka dan transparan. Sampai berita ini diturunkan”.

Tim Red (ML) Startime news.com aktual berbasis dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *