Sanggau, Startimenews.com – Kalimantan Barat – Sinergi antara Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat dan Bea Cukai kembali membuahkan hasil. Pada Minggu (13/7/2025), tim gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 2 kilogram di kawasan perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau.
Penangkapan dilakukan di Jalan Lintas Malindo, Kecamatan Entikong, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan peredaran narkoba lintas negara. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan tiga orang tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan tersebut.
Ketiga tersangka yang diamankan adalah:
Ags alias Bb (63), warga Entikong Benua, MK (28), warga Entikong, HD (26), warga Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Dari hasil pemeriksaan awal, modus yang digunakan para pelaku yakni menyembunyikan sabu dalam sebuah paket mencurigakan yang dikirim melalui jasa pengiriman. Kecurigaan terhadap paket tersebut kemudian dikonfirmasi oleh tim gabungan yang langsung bergerak cepat untuk mengamankannya beserta para pelaku.
Kepala BNNP Kalbar menyampaikan bahwa pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memerangi peredaran gelap narkotika di wilayah perbatasan. “Kami terus berkomitmen memperkuat pengawasan di jalur perbatasan, terutama di titik-titik strategis seperti Entikong yang kerap dimanfaatkan jaringan internasional untuk menyelundupkan narkoba,” ujarnya.
Barang bukti berupa sabu seberat 2 kilogram bruto berhasil diamankan dalam operasi ini dan telah dibawa untuk pemeriksaan laboratorium guna mendalami kualitas serta asal barang haram tersebut.
Saat ini, ketiga tersangka sedang menjalani proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap keterlibatan jaringan yang lebih luas. Tidak menutup kemungkinan akan ada penindakan lanjutan terhadap pihak-pihak lain yang terlibat dalam sindikat tersebut.
Pengungkapan ini kembali menjadi peringatan keras bahwa wilayah perbatasan harus mendapat perhatian serius dalam upaya pencegahan peredaran narkotika. Kerja sama antarlembaga dan penguatan intelijen dinilai menjadi kunci dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkoba di tanah air.
Red.Abang Hafiz Ramadhan












