PT SBE dan Pemkab Kapuas Hulu Perkuat Kolaborasi Antisipasi Karhutla

Kapuas Hulu –  STARTIME NEWS.COM. PT Sempinur Bunga Energi (PT SBE) bersama Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Manggala Agni, UPT KPH Kapuas Hulu Selatan, pemerintah desa, dan masyarakat memperkuat kolaborasi dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan Jongkong pada 3 Agustus 2026 tersebut diikuti sekitar 130 peserta dari berbagai unsur pemerintah dan masyarakat.

Agenda kegiatan meliputi penandatanganan komitmen bersama antara UPT KPH Kapuas Hulu Selatan dan tim masyarakat peduli api dari tiga desa, serta penyerahan simbolis peralatan pencegahan dan pemadaman karhutla oleh Wakil Bupati Kapuas Hulu, Sukardi, S.M.

PT SBE menyerahkan enam set pompa air lengkap, terdiri atas tiga pompa jinjing dan tiga pompa apung, kepada tim Desa Makmur Peduli Api dari Desa Ujung Said,

Penepian Raya, dan Bunut Hulu. Bantuan tersebut juga mencakup sedikitnya 23 set perlengkapan pemadam kebakaran bagi personel desa.

Peralatan ini diharapkan mendukung patroli masyarakat, deteksi dini, dan penanganan awal ketika titik api masih dalam skala kecil.

Selain itu, PT SBE bersama Lembaga Pengelola Hutan Desa Bunga Lestari juga merencanakan pembangunan menara pantau api berbasis CCTV untuk mempercepat deteksi asap dan tanda-tanda kebakaran, terutama pada musim kemarau.

Wakil Bupati Kapuas Hulu, Sukardi, menekankan bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama karena dampaknya dapat dirasakan oleh kesehatan masyarakat, mata pencaharian, lingkungan, dan perekonomian daerah.

“Pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat ditangani oleh satu lembaga atau satu desa saja. Dibutuhkan kerja sama antara masyarakat, pemerintah desa,

instansi kehutanan, Manggala Agni, perusahaan, dan para pemangku kepentingan lainnya,” ujar Sukardi.

Kepala UPT KPH Kapuas Hulu Selatan, Laurensius, S.E., menambahkan bahwa bantuan peralatan perlu didukung dengan patroli rutin, prosedur pelaporan yang jelas, serta koordinasi antarpihak agar informasi dari lapangan dapat disampaikan dengan cepat dan api dapat segera ditangani sebelum meluas.

Kegiatan ini menjadi semakin penting mengingat Kalimantan Barat sedang memasuki musim kemarau, saat risiko kebakaran lahan dan munculnya kabut asap meningkat. Melalui komitmen bersama tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat saling mendukung untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi jumlah titik rawan karhutla.

Inisiatif ini merupakan bagian dari Borneo Revive, proyek konservasi dan restorasi lahan gambut jangka panjang yang dijalankan PT SBE di Kapuas Hulu. Program tersebut menggabungkan pencegahan kebakaran, patroli, pemantauan tinggi muka air, pembangunan sekat kanal, restorasi kawasan terdegradasi, dan penguatan kapasitas masyarakat.

Head of Community Engagement PT SBE, Syamsul Fikar, mengatakan masyarakat memiliki peran penting karena memahami kondisi lingkungan, jalur akses, dan wilayah di sekitar desa mereka.

“Melalui inisiatif ini, kami mendukung masyarakat dengan peralatan dan sarana pemantauan, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pihak-pihak berwenang. Perlindungan hutan dan lahan gambut dalam jangka panjang hanya dapat berhasil apabila masyarakat dilibatkan sebagai mitra aktif,” jelas Syamsul.

Penyerahan peralatan, penandatanganan komitmen bersama, dan rencana pembangunan menara pantau menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengenali risiko lebih awal, menyampaikan informasi lebih cepat, serta melakukan penanganan secara aman sebelum kondisi darurat terjadi.

Sumber: Rilis PT SBE

[Tim Redaksi: MM 008]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *